Jangan Ajari aku dengan ketidakjujuran Atas Kata-katamu.

08 Oktober 2010
Bingung. Mungkin satu kata ini yang sedang hangat-hangatnya memenuhi pikiran ini. Betapa tidak. Sebuah informasi yang sudah dipercaya, ternyata menjadi berbeda tatkala ada informasi lain yang lebih menunjukkan kebenaran. Kepercayaan akan sebuah informasi ataupun berita sangat penting bagi kita. Mengapa? Karena kepercayaan itu mahal sekali nilainya. Sekali orang dipercaya dan amanah kemudian dipercaya lagi dan tetap istiqomah, maka insyaalloh kepercayaan itu akan melekat terus kepada orang itu. Memang berbicara masalah kepercayaan itu dimensinya sangatlah luas. Tidak memiliki satu sisi atau perspektif saja. Percaya akan pekerjaan, percaya akan kesetiaan, percaya akan komitmen, dan bentuk-bentuk rasa percaya yang lain. Mana yang baik? Sebisa mungkin kita melakukannya pada semua aspek kehidupan.
Memang, sekilas maksud kita itu hanya sebagai gurauan atau sengaja untuk menggoda. Namun, jika itu dilakukan secara terus menerus, khawatirnya akan menjadi sebuah kebiasaan. Dan itu sangat bertentangan dengan sebuah idealisme seseorang.
Menanamkan kepercayaan ke orang itu penting guna kelancaran kita ke depan. Kebiasaan berkata jujur pada semua hal merupakan sesuatu yang penting. Di situ akan tercipta dan membentuk sebuah ketenangan dan kenyamanan. Janganlah suka berkata bohong. Selain itu tindakan tercela juga akan dapat berakibat balik kepada kita. Bukankah kita tidak mau dibohongi sama orang lain? Oleh karena itu, janganlah suka membohongi orang lain.
Insyaalloh dengan membiasakan berkata jujur, kita akan lebih mudah berurusan dengan orang lain dan sifat yang demikian itu mengarah pada bentuk kepribadian yang berakhlakul karimah. Amin....

PILU

07 Oktober 2010
sunyinya sepertiga malam terakhir
di pagi tadi
detakan sang waktu pelan
tidak tanda tidak ada suara lain
hantarkan diri ke pembersihan
munajatkan doa-doa
sambil tunggu suara sana
harapkan kabar berita
sapaan lembutmu itu

rasa cemas mulai melanda
kebiasaan itu tetap hanya sekali saja
sadar ataukah sengaja
burung pagi itu pun belum bersuara
warnai indahnya alam fajar
resahnya hati tatkala buntu
tiada salam sapa dan rindu
terulang waktu demi waktu

hati walau terbiasa
menata rona-rona jiwa
pelankan rindu membara
walau tak mampu membunuhnya
hanya karena sebuah cinta

hanya satu pesan
belajar terbiasa
suarakan hadirnya dimana
tuk tenangkan hati amankan rasa.
06 Oktober 2010
Masa lalu adalah pelajaran untuk masa kini, dan masa kini adalah perjuangan tuk merebut masa depan. (Chandra Eko)

Kuncup itu Telah Mekar Kembali

05 Oktober 2010
Sedianya hadir walau sebentar
Laju waktu bergerak pelan
Antarkan asa yang makin hilang
Redup sesaat memang

Ketika jeritan hati bersuara lirih
Untuk apa kau pergi
Tinggalkan luka yang belum terbayar
Begitu tegakah?

Kuncup pun tinggal tangkainya
Mahadaya sinarnya ketulusan
Mulai buka tabir kerinduan
Sinarnya pancarkan pesona
Tumbuh kembangkan rasa
Seakan mengadu berita
Mekarkan kuncup yang hampir tak bernyawa
Apakah itu sebuah pertanda?
Biarkan sang waktu menjawabnya.

Kata hatiku, curahan hatiku.

Ingin ku ulang masa-masa itu. Sebuah kebahagiaan mulai tertata rapi. Rencana yang tersusun sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan. Hampir sempurna ketika prahara itu datang menerpa. Nyaris utuh ketika peristiwa itu terjadi. Ya ... Alloh. Aku bersimpuh di hadapan-Mu. Aku tak kuasa menghadapi-Mu. Melawan takdir Tuhan. Ini sudah menjadi suratan takdir kehidupanku. Alloh mungkin sedang mengujiku. Jujur, ketika aku sedang bersedih hati, ketika mimpi-mimpi belum terealisasi. Masih saja kuterngiang masa lalu.
Kini,...
Aku udah mulai bangkit lagi karena ada seseorang yang telah hadir membantu menghapus jejak masa lalu. Menggoreskan tinta kehidupan kekinian. Mengisi hari-hari ini. Sembari bertekad memulai kehidupan yang baru. Bersamamu. Mungkin ini juga sebuah takdir Tuhan. Sebuah suratan yang telah Alloh arahkan kepadaku. Yach... bersamamu. Memang sempat muncul kegalauan ketika pertama kali kukenal dirimu. Layanan jejaring sosial bukanlah tempat yang bersahabat dalam hal ini. Karena kebanyakan berisikan orang-orang yang 'hanya sekedar' mencari teman, frustasi akan nasib, mencari pelampiasan bahkan untuk kegiatan 'bisnis'. Satu tekad saat itu bahwa semuanya aku dasari untuk menebar kebajikan. Apapun itu, dimana itu dan kapanpun itu. Alhamdulillah... Hari ini, detik ini, aku masih diberi kenikmatan oleh Alloh SWT untuk tetap menebar kebajikan. Memang terkesan alim, tapi biarlah orang bicara seperti itu, biarlah persepsi apapun itu namun ku tetap berpijak dan memegang keyakinan itu. Bahwa tujuan ku hanya satu, beribadah kepada Tuhanku, Pencipta Bumi dan alam semesta ini.
Saat ini, ...
Hari-hariku udah mulai tertata lagi. Tinggal harapanku satu pada seseorang yang masih tinggal nun jauh di sana. Aku menunggumu. Tuk melengkapi lagi puzzle2 (pinjam kata salah seorang temanku) kehidupanku. Aku udah yakin akan keputusanku... Insyaalloh. Semoga segera terwujud itu. Amin.