Benarkah Alloh itu Maha Adil?
Sungguh dosa sebenarnya ketika masih mempertanyakan hal ini? Bukankah sudah dijelaskan dalam Asmaul Husna tentang sifat-sifat Alloh?
Namun, saya sedang kalut saat ini. Seseorang yang saya butuhkan sebagai pencerah hati dan pendengar setia malah asyik dengan kegiatan lainnya. Saya butuh motivator.!!!!
Keadilan Alloh mutlak bagi hamba-hamba-Nya. Namun, dimanakah keadilan itu ketika sebuah pertahanan akan kesabaran telah dijalankan? Akankah terus bertahan sabar dan puasa bahagia? Ataukah kebahagiaan itu sudah diperoleh hanya sang manusia kurang menghargai akan sebuah nikmat, walau sebenarnya itu sekecil-kecilnya nikmat? Sungguh, saat ini saya sedang dalam proses entah apa namanya. Yang jelas, ujian kesabaran tengah dipentaskan dan lagi-lagi kualami semua ini dalam kesendirian. Apakah cinta itu hanya cukup diucapkan lewat kata-kata dan kestiaan? Tidakkah cinta lebih diwujudkan dalam bentuk rasa saling menghargai, rasa kangen dan saling perhatian terhadap masalah yang sedang dihadapi oleh pasangannya itu. Bukankah akan lebih elok ketika sebuah cinta dirupakan dalam bentuk care/peduli dengan kondisi yang sedang dihadapi oleh pasangannya. Membantu dengan menghibur dan memberikan perhatian yang lebih sehingga yang tercinta akan merasa nyaman, tenang dan puas bahwa ada yang ikut memikirkan dan peduli terhadapnya. Pengorbanan cinta itu apakah sebatas setia saja tanpa ada usaha lebih dengan mewujudkan keinginan pasangannya.
Semoga saja sebuah penyadaran akan bentuk kepedulian menjadi terlaksana.
Tampilkan postingan dengan label curhatku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhatku. Tampilkan semua postingan
Hanya
27 Oktober 2010Kata hatiku, curahan hatiku.
05 Oktober 2010
Ingin ku ulang masa-masa itu. Sebuah kebahagiaan mulai tertata rapi. Rencana yang tersusun sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan. Hampir sempurna ketika prahara itu datang menerpa. Nyaris utuh ketika peristiwa itu terjadi. Ya ... Alloh. Aku bersimpuh di hadapan-Mu. Aku tak kuasa menghadapi-Mu. Melawan takdir Tuhan. Ini sudah menjadi suratan takdir kehidupanku. Alloh mungkin sedang mengujiku. Jujur, ketika aku sedang bersedih hati, ketika mimpi-mimpi belum terealisasi. Masih saja kuterngiang masa lalu.
Kini,...
Aku udah mulai bangkit lagi karena ada seseorang yang telah hadir membantu menghapus jejak masa lalu. Menggoreskan tinta kehidupan kekinian. Mengisi hari-hari ini. Sembari bertekad memulai kehidupan yang baru. Bersamamu. Mungkin ini juga sebuah takdir Tuhan. Sebuah suratan yang telah Alloh arahkan kepadaku. Yach... bersamamu. Memang sempat muncul kegalauan ketika pertama kali kukenal dirimu. Layanan jejaring sosial bukanlah tempat yang bersahabat dalam hal ini. Karena kebanyakan berisikan orang-orang yang 'hanya sekedar' mencari teman, frustasi akan nasib, mencari pelampiasan bahkan untuk kegiatan 'bisnis'. Satu tekad saat itu bahwa semuanya aku dasari untuk menebar kebajikan. Apapun itu, dimana itu dan kapanpun itu. Alhamdulillah... Hari ini, detik ini, aku masih diberi kenikmatan oleh Alloh SWT untuk tetap menebar kebajikan. Memang terkesan alim, tapi biarlah orang bicara seperti itu, biarlah persepsi apapun itu namun ku tetap berpijak dan memegang keyakinan itu. Bahwa tujuan ku hanya satu, beribadah kepada Tuhanku, Pencipta Bumi dan alam semesta ini.
Saat ini, ...
Hari-hariku udah mulai tertata lagi. Tinggal harapanku satu pada seseorang yang masih tinggal nun jauh di sana. Aku menunggumu. Tuk melengkapi lagi puzzle2 (pinjam kata salah seorang temanku) kehidupanku. Aku udah yakin akan keputusanku... Insyaalloh. Semoga segera terwujud itu. Amin.
Kini,...
Aku udah mulai bangkit lagi karena ada seseorang yang telah hadir membantu menghapus jejak masa lalu. Menggoreskan tinta kehidupan kekinian. Mengisi hari-hari ini. Sembari bertekad memulai kehidupan yang baru. Bersamamu. Mungkin ini juga sebuah takdir Tuhan. Sebuah suratan yang telah Alloh arahkan kepadaku. Yach... bersamamu. Memang sempat muncul kegalauan ketika pertama kali kukenal dirimu. Layanan jejaring sosial bukanlah tempat yang bersahabat dalam hal ini. Karena kebanyakan berisikan orang-orang yang 'hanya sekedar' mencari teman, frustasi akan nasib, mencari pelampiasan bahkan untuk kegiatan 'bisnis'. Satu tekad saat itu bahwa semuanya aku dasari untuk menebar kebajikan. Apapun itu, dimana itu dan kapanpun itu. Alhamdulillah... Hari ini, detik ini, aku masih diberi kenikmatan oleh Alloh SWT untuk tetap menebar kebajikan. Memang terkesan alim, tapi biarlah orang bicara seperti itu, biarlah persepsi apapun itu namun ku tetap berpijak dan memegang keyakinan itu. Bahwa tujuan ku hanya satu, beribadah kepada Tuhanku, Pencipta Bumi dan alam semesta ini.
Saat ini, ...
Hari-hariku udah mulai tertata lagi. Tinggal harapanku satu pada seseorang yang masih tinggal nun jauh di sana. Aku menunggumu. Tuk melengkapi lagi puzzle2 (pinjam kata salah seorang temanku) kehidupanku. Aku udah yakin akan keputusanku... Insyaalloh. Semoga segera terwujud itu. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)