11 Agustus 2010
Einstein mengatakan bahwa: “Ada dua cara menjalani hidup, yaitu menjalaninya dengan keajaiban-keajaiban atau menjalaninya dengan biasa-biasa saja“.
Diposting oleh
ISLAM AGAMAKU ALQURAN KITABKU NABI MUHAMMAD ROSULKU
|
|
0
komentar
Label: kata mutiara
Label: kata mutiara
Darul Arqom SMA dalam Ramadhan 1431 H
10 Agustus 2010
Alhamdulillah...
Segala puja dan puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Aloh SWT dan sholawat serta salam semoga senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Bulan Ramadhan telah tiba, seperti biasa bagi kita Pemuda Muhammadiyah Cabang Wuluhan selalu mendapat tugas untuk menjadi fasilitator sekaligus pengisi acara dalam kegiatan Darul Arqom SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan.
Untuk Ramadhan tahun ini 1431 H, kita kebagian 6 materi dengan rincian: Ketauhidan, Kemuhammadiyahan, Praktek Ibadah Praktis, Ortom sebagai Agent of Changes Organisasi, Taubatan Nasuhah dan Dinul Islam.
Sudah barang tentu ini kita harus mempersiapkannya dengan baik. Nah, masalahnya adalah tentang waktu. Mayoritas Pimpinan Pemuda saat ini disibukkan oleh kegiatan kerja rutin di Lembaga atau kantornya masing-masing. Kesempatan untuk berkumpul sangat sulit dan nyaris mustahil terjadi. Namun, tuntutan kebutuhan data dari sekolah sudah mendesak tuk diberikan. Jika memang faktor waktu menjadi persoalan maka lebih baik kita (Pimpinan Harian) buat kebijakan sendiri tentang siapa dan bagian mana materi itu. Sehingga pelaksanaan DA tersebut tetap lancar dan berjalan dengan sukses. Fastabiqul khairat!!
Kecewa
Terpurukku
Saat tau bahwa dirimu mendua
Bahkan mungkinkah melima?
Bukahkah cerita orang itu terkadang bisa dipercaya
Karena suatu ketika dia pernah mendengarnya darimu
Ku tak tahu lagi tuk berbuat apa
Pasrah ku pada-Nya.
Jika pun itu tidak benar
Buat apa kau sempatkan tuk bertutur padanya
Apalagi dengan bahasa dia yang seperti itu
Kau balas saja
Bukankah ini memancing murka
Bukankah kau tau rasa cemburuku yang tiada terkira
Namun engkau mencoba-cobanya
Sakit hatiku tatkala membacanya
Setia
09 Agustus 2010
Setiaku
setiamu
setia kita
sulit untuk berpaling
ketika dua hati berlabuh dalam tepian
terucap ikrar saling jaga hati
itulah setia
setiap waktu
di setiap jalan yang berbeda
jauhnya juga tidak bertepi
saling percaya pun tanpa bertatap
tanpa ada yang tahu
namun tetap jaga diri
itulah setia
ketika diluar tanpa rencana
beda wajah lain jenis
mencoba tuk bertahan dan tak bergeming
hanya menjaga hati tak terusik
itulah setia
dalamnya kata isyaratkan rasa
dalamnya hati siapa yang tau
tetap tersenyum ceria
menjalin sebuah cerita
dalam suka ataupun duka
setiap detak
setiap langkah
setiap nafas
dan setiap senyum
selalu isyaratkan sebuah kata
setia
HP yang menyesatkan
06 Agustus 2010
Terukir sebuah kisah....
Kisah ini adalah kisah nyata dari seorang sahabat. Sebuah biduk rumah tangga seketika itu pecah. Berawal dari sebuah keisengan bermain-main sms (short message) istri kepada teman-temannya membuat bahtera rumah tangganya hancur. Kisah ini dimulai ketika seorang istri tadi merintis sebuah usaha bisnis multilevel dimana diharuskan untuk terus menjalin komunikasi dengan rekan bisnisnya. Di awal komunikasi tersebut sementara itu lancar-lancar saja dan bahan pembicaraannya pun tetap dalam koridor bisnis. Namun, seiring dengan waktu lambat laun komunikasi istri tadi mulai mengarah kepada hal-hal diluar bisnis. Arah pembicaraannya pun mulai memasuki dunia percuhatan hati. Jelas yang dibincangkan pasti tentang permasalahan internal keluarganya. Bisa jadi sang istri tidak mempunyai seseorang yang bisa diajak sharing suatu masalah sehingga akhirnya cerita 'dapur'keluarga menjadi konsumsi orang lain. Bisa pula karena saking dekatnya sang istri dengan seseorang teman bisnisnya tadi sampai ia menceritakan segala hal yang mengusik hati dan pikirannya. Namun, yang justru akan menambah masalah adalah ketika teman curhatnya tadi tidak memiliki iman yang cukup dan etika sosial sehingga merambah pada yang namanya nafsu. Apalagi jika diniati dengan keinginan untuk merusak rumah tangga orang lain. Naudzubillah...bila demikian.
Nah, proses interaksi antara dua insan tadi mulai memasuki dunia asmara (bisa jadi demikian) dan berlangsung cukup lama. Hingga akhirnya sang suami mulai merasakan sesuatu hal yang berbeda melihat sikap dan tingkah sang istri tadi. Permasalahan menjadi bertambah ketika teman-temannya pun juga merasakan sebuah perubahan yang dialami sang istri tadi. Mungkin sepandai-pandai tupai melompat akhirnya terjatuh juga. Pun demikian dengan sang istri, walau mungkin udah sangat rapat menutupi tabiat dan perilakunya selama ini (saling curhat dan 'selingkuh hati' mungkin) sampai akhirnya tercium dan terlihat sang suami.
Dari sebuah Handphone, barang eletronik super canggih di masa terkini ternyata menimbulkan dampak yang tidak kalah canggihnya. Yakni pecahnya biduk sebuah rumah tangga.
Di suatu malam, sang suami merebut HP sang istri saat sang istri lagi asyik ber-sms-an ria. Lalu HP itu dibacanya satu persatu hingga akhirnya menemukan sebuah kalimat yang ngeri untuk didengar, gundah gulana saat dirasakan. Hingga terjadilah percekcokan diantara keduanya itu. Sampai keluar kalimat olokan kotor dari mulut istri yang belum pernah terdengar selama berumah tangga. Sampai akhirnya malam itu juga sang istri keluar rumah tanpa pamit dan tidak pulang hingga pagi hari tiba. Permasalahan menjadi bertambah parah ketika sang suami akhirnya menemukan sebuah kartu telepon yang terbungkus kertas mungil di suatu laci. Yach,... gara-gara sebuah chip kecil elektronik sebuah 'perselingkuhan hati' terjawab. Didapati sekian banyak cerita, kalimat curahan hati yang merefleksikan sebuah perjalanan rumah tangganya selama ini yang diceritakan kepada orang lain. Dan.. Saudaraku... hari ini masalah rumah tangganya mengalami masa-masa sulit dan nyaris hancur.
Nah, dari ungkapan singkat di atas ada sebuah pelajaran yang bisa kita petik bersama, bahwa janganlah sekali-kali kita (khusus yang sudah menikah) mencoba bermain api, bermain hati dengan orang lain. Kasihanilah istri, suami kita ketika nantinya akan berujung ketidakharmonisan dalam berumah tangga. Curhat, berbagi cerita boleh namun cobalah dilihat dan diseleksi dulu siapa teman yg kita ajak sharing itu.
Kemudian, berhati-hatilah dalam komunikasi dengan orang lain. Jangan sekali-kali menggunakan alat/media yang bisa menjadi bukti yang nantinya bisa disalahartikan oleh pasangan kita.
Semoga pengalaman hidup ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semuanya. Mohon maaf, bila kurang baik jalan ceritanya.
Langganan:
Postingan (Atom)