Kecewa

10 Agustus 2010
Terpurukku
Saat tau bahwa dirimu mendua
Bahkan mungkinkah melima?
Bukahkah cerita orang itu terkadang bisa dipercaya
Karena suatu ketika dia pernah mendengarnya darimu
Ku tak tahu lagi tuk berbuat apa
Pasrah ku pada-Nya.

Jika pun itu tidak benar
Buat apa kau sempatkan tuk bertutur padanya
Apalagi dengan bahasa dia yang seperti itu
Kau balas saja
Bukankah ini memancing murka
Bukankah kau tau rasa cemburuku yang tiada terkira
Namun engkau mencoba-cobanya
Sakit hatiku tatkala membacanya

Setia

09 Agustus 2010

Setiaku
setiamu
setia kita
sulit untuk berpaling
ketika dua hati berlabuh dalam tepian
terucap ikrar saling jaga hati
itulah setia

setiap waktu
di setiap jalan yang berbeda
jauhnya juga tidak bertepi
saling percaya pun tanpa bertatap
tanpa ada yang tahu
namun tetap jaga diri
itulah setia

ketika diluar tanpa rencana
beda wajah lain jenis
mencoba tuk bertahan dan tak bergeming
hanya menjaga hati tak terusik
itulah setia

dalamnya kata isyaratkan rasa
dalamnya hati siapa yang tau
tetap tersenyum ceria
menjalin sebuah cerita
dalam suka ataupun duka

setiap detak
setiap langkah
setiap nafas
dan setiap senyum
selalu isyaratkan sebuah kata
setia

HP yang menyesatkan

06 Agustus 2010
Terukir sebuah kisah....
Kisah ini adalah kisah nyata dari seorang sahabat. Sebuah biduk rumah tangga seketika itu pecah. Berawal dari sebuah keisengan bermain-main sms (short message) istri kepada teman-temannya membuat bahtera rumah tangganya hancur. Kisah ini dimulai ketika seorang istri tadi merintis sebuah usaha bisnis multilevel dimana diharuskan untuk terus menjalin komunikasi dengan rekan bisnisnya. Di awal komunikasi tersebut sementara itu lancar-lancar saja dan bahan pembicaraannya pun tetap dalam koridor bisnis. Namun, seiring dengan waktu lambat laun komunikasi istri tadi mulai mengarah kepada hal-hal diluar bisnis. Arah pembicaraannya pun mulai memasuki dunia percuhatan hati. Jelas yang dibincangkan pasti tentang permasalahan internal keluarganya. Bisa jadi sang istri tidak mempunyai seseorang yang bisa diajak sharing suatu masalah sehingga akhirnya cerita 'dapur'keluarga menjadi konsumsi orang lain. Bisa pula karena saking dekatnya sang istri dengan seseorang teman bisnisnya tadi sampai ia menceritakan segala hal yang mengusik hati dan pikirannya. Namun, yang justru akan menambah masalah adalah ketika teman curhatnya tadi tidak memiliki iman yang cukup dan etika sosial sehingga merambah pada yang namanya nafsu. Apalagi jika diniati dengan keinginan untuk merusak rumah tangga orang lain. Naudzubillah...bila demikian.
Nah, proses interaksi antara dua insan tadi mulai memasuki dunia asmara (bisa jadi demikian) dan berlangsung cukup lama. Hingga akhirnya sang suami mulai merasakan sesuatu hal yang berbeda melihat sikap dan tingkah sang istri tadi. Permasalahan menjadi bertambah ketika teman-temannya pun juga merasakan sebuah perubahan yang dialami sang istri tadi. Mungkin sepandai-pandai tupai melompat akhirnya terjatuh juga. Pun demikian dengan sang istri, walau mungkin udah sangat rapat menutupi tabiat dan perilakunya selama ini (saling curhat dan 'selingkuh hati' mungkin) sampai akhirnya tercium dan terlihat sang suami.
Dari sebuah Handphone, barang eletronik super canggih di masa terkini ternyata menimbulkan dampak yang tidak kalah canggihnya. Yakni pecahnya biduk sebuah rumah tangga.
Di suatu malam, sang suami merebut HP sang istri saat sang istri lagi asyik ber-sms-an ria. Lalu HP itu dibacanya satu persatu hingga akhirnya menemukan sebuah kalimat yang ngeri untuk didengar, gundah gulana saat dirasakan. Hingga terjadilah percekcokan diantara keduanya itu. Sampai keluar kalimat olokan kotor dari mulut istri yang belum pernah terdengar selama berumah tangga. Sampai akhirnya malam itu juga sang istri keluar rumah tanpa pamit dan tidak pulang hingga pagi hari tiba. Permasalahan menjadi bertambah parah ketika sang suami akhirnya menemukan sebuah kartu telepon yang terbungkus kertas mungil di suatu laci. Yach,... gara-gara sebuah chip kecil elektronik sebuah 'perselingkuhan hati' terjawab. Didapati sekian banyak cerita, kalimat curahan hati yang merefleksikan sebuah perjalanan rumah tangganya selama ini yang diceritakan kepada orang lain. Dan.. Saudaraku... hari ini masalah rumah tangganya mengalami masa-masa sulit dan nyaris hancur.

Nah, dari ungkapan singkat di atas ada sebuah pelajaran yang bisa kita petik bersama, bahwa janganlah sekali-kali kita (khusus yang sudah menikah) mencoba bermain api, bermain hati dengan orang lain. Kasihanilah istri, suami kita ketika nantinya akan berujung ketidakharmonisan dalam berumah tangga. Curhat, berbagi cerita boleh namun cobalah dilihat dan diseleksi dulu siapa teman yg kita ajak sharing itu.
Kemudian, berhati-hatilah dalam komunikasi dengan orang lain. Jangan sekali-kali menggunakan alat/media yang bisa menjadi bukti yang nantinya bisa disalahartikan oleh pasangan kita.
Semoga pengalaman hidup ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semuanya. Mohon maaf, bila kurang baik jalan ceritanya.

Pentingnya hadiri pengajian

05 Agustus 2010

Diambil dari Kitab Ihya' Ulumuddin:
Ibnu Jauzi dari Umar bin Khattab r.a. : Menghadiri majlis orang alim itu lebih utama dari sholat 1000 rakaat dan lebih baik daripada menjamu 1000 orang sakit, lebih baik daripada menghadiri 1000 jenazah.

Renungan Bersama Hari ini

04 Agustus 2010
Jika kamu ingin dihargai oleh orang lain, cobalah belajar bagaimana menghargai orang lain. Jika engkau tidak ingin dipermainkan oleh orang lain, cobalah jangan sekali-kali mempermainkan orang lain. Karena sesungguhnya orang yang dipermainkan itu termasuk orang yang dizalimi. Dan doa orang yang dizalimi itu termasuk doa yang mudah dikabulkan oleh Alloh SWT. Berhati-hatilah...
Yang dikhawatirkan adalah jika, orang yang dipermainkan itu hilang kesabarannya dan amarah yang tidak terkontrol sampai dia berdoa pada Alloh agar orang yang mempermainkan itu mendapat peringatan dari Alloh agar dirinya tidak melakukannya lagi alias bertobat. Dan peringatan Alloh kita manusia tidak dapat mengetahuinya. Hanya semoga kita diberi kesabaran oleh Alloh dan mampu menahan amarah. Semogakita semua dijauhkan dari sifat-sifat tercela yang demikian. Amin. Karena menahan amarah dan tetap bersabar termasuk jihad fisa bilillah. Wallohu alam bisshawab.