Pentingnya hadiri pengajian

05 Agustus 2010

Diambil dari Kitab Ihya' Ulumuddin:
Ibnu Jauzi dari Umar bin Khattab r.a. : Menghadiri majlis orang alim itu lebih utama dari sholat 1000 rakaat dan lebih baik daripada menjamu 1000 orang sakit, lebih baik daripada menghadiri 1000 jenazah.

Renungan Bersama Hari ini

04 Agustus 2010
Jika kamu ingin dihargai oleh orang lain, cobalah belajar bagaimana menghargai orang lain. Jika engkau tidak ingin dipermainkan oleh orang lain, cobalah jangan sekali-kali mempermainkan orang lain. Karena sesungguhnya orang yang dipermainkan itu termasuk orang yang dizalimi. Dan doa orang yang dizalimi itu termasuk doa yang mudah dikabulkan oleh Alloh SWT. Berhati-hatilah...
Yang dikhawatirkan adalah jika, orang yang dipermainkan itu hilang kesabarannya dan amarah yang tidak terkontrol sampai dia berdoa pada Alloh agar orang yang mempermainkan itu mendapat peringatan dari Alloh agar dirinya tidak melakukannya lagi alias bertobat. Dan peringatan Alloh kita manusia tidak dapat mengetahuinya. Hanya semoga kita diberi kesabaran oleh Alloh dan mampu menahan amarah. Semogakita semua dijauhkan dari sifat-sifat tercela yang demikian. Amin. Karena menahan amarah dan tetap bersabar termasuk jihad fisa bilillah. Wallohu alam bisshawab.

RESAH

03 Agustus 2010
Tertatih tiap langkahku
Hanya untuk yakinkan dirimu
akan tingginya anganku
Membangun sebuah maghligai baru
dengan satu tuju
tuk menggapai Ridlo Tuhan-Ku, Tuhan kita
Namun, angan-angan itu tak kunjung menghampiriku
Rasional, kawan... Begitu saran temanku
Yach... Angan itu hanya sekedar angan
Belum lagi rasa putus asamu itu
Membuatku semakin ingin tuk segera menjauhimu
Menjauh karena jengahku akan sikapmu itu
Sikap yg tak lagi saling
Namun, ku ga sanggup tuk itu
Ada dorongan hati yg memberontak seketika
Berteriak dari relung jiwa...Jangan kau tinggalkan aku
Aku masih membutuhkanmu
Benarkah ini semua???
Ku hanya bisa pasrah kepada-Mu
Ya..Rabbku
Tabahkan dan sabarkan hatiku.

Muhasabah Cinta

02 Agustus 2010
Dalam sunyinya malam
daku mencoba mengingat kapan tiba ajalku
Rintihan hati masih terbaring lemas
Lesu tak berujung
Siapkah kita menghadapi itu?
Bekalku belumlah cukup, Tuhan
Apalagi saat ini hanya separuh iman
Yg kupunya untuk-Mu...
Ku butuhkan kesempurnaan imanku
Kuy ingin mati dalam pelukan-Mu, ya ...Rabb
Izinkan aku untuk selalu dekat dengan-Mu
Biarkan ku berkelana dalam nafas iman-Mu
Berikan kucinta yang senafas dengan nafas cinta pada-Mu
Hadirkan waktu-waktu syahdu bersama dalam naungan hati
Hati yang benar-benar tulus dan dilandasi ikhlas qalbu 
Sepenuh jiwa yang hadir dari lubuk hati yang terdalam
Jika aku terbangun, ku ada yang menyapa lembut
Jika aku berangkat penuhi tanggung jawab, ku ada yang melepas dengan senyuman
Dan jika aku datang, ku ada yang menyambut dengan penuh kehangatan
Hingga terlepas rasa penat dan lelahku
Jika pun ku terbakar emosi, ku ada yang menyirami dengan kata indah nan dingin
Dan jika aku terpaku dan keras, seolah ada embun yang senantiasa menyejukkan mata dan hati

Jengah terkadang aku
Putus asa hampir menerpaku
Kesia-siaan hampir merenggut semangat hidupku
Suatu ketika 
Bait-bait kata yang mengalun runtut
Goresan tinta maya yang jujur itu
Mengalir tak berujung rasanya
Mencerahkan matahati dan alam sadar
Kelembutan kata dan ucapan 
Cerminan manja yang menyapa
Mungkinkan kebersamaan tuk saling ikrarkan hati
Terucap awal sepenuh hatinya
Tanpa noda tanpa cela
Hanya saat ini ku masih meraba
Angan dan kenyataan sangat berkebalikan
Semerbak linier antara cinta dan cinta
Itu yang menjadi kunci saling rasa
Mencintai dan dicintai
Rasa cinta yang terkerucut dalam satu cinta pada-Nya
Mungkinkah ini semua kan tercapai
yang terencana dan terasingkan akhirnya
Biarkan mengalir laksana air sungai 
Sambil berharap dan berdoa
Akankah ini akan menjadi sebuah realita?
Sebuah ujian hati menggema akhirnya
Sungguh dahsyatnya mahadaya coba
Sanggupkah kita bertahan dan mempertahan
Cobalah selalu menghadapinya dengan senyuman kesabaran
Melawannya dengan rasa lepas dan ringan
Menjaga hati dan menjaga diri
Tetapkan hati kuatkan iman
Harapkan perkenan Tuhan
Tanpa tinggalkan noda-noda hitam
Semoga berakhir dengan senyuman indah dan air mata bahagia
Hadirkan asa yang hampir saja hilang

Perilaku Pendiam sebagai salah satu pemicu Kenakalan Remaja

01 Juni 2009
Astaghfirullah...
Semoga Alloh masih memberikan jalan pintu taubat dan hidayah sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada salah satu hamba-Nya.

Anak remaja merupakan anak manusia yang sedang mengalami proses transformasi diri dari anak-anak menuju sebutan manusia dewasa. Usia remaja berkisar antara 15 - 21 tahun bial berkaca pada ilmu sosiologi tentunya. Tipikal remaja sangat rentan dengan perilaku menyimpang sehingga seringkali dikaitkan masa depan seseorang dilihat dari bagaimana masa remaja yang dilaluinya. Apakah selamat si anak melewati fase remaja ataukah tidak. Faktor pendidikan lagi-lagi memegang peranan signifikan dalam pembentukan watak dan perilaku mereka. Baik itu pendidikan formal maupun pendidikan informal. Pendidikan formal tentu saja berasal dari pendidikan sekolahnya termasuk disini ilmu agamanya. Sedangkan pendidikan informal berupa bimbingan dan pendampingan orang tua atau keluarga termasuk lingkungan masyarakat di sekitarnya. Lingkungan sekitar disini bisa berarti keluarga dan tetangga kanan kiri atau juga berarti media yang hari ini gencar memberikan info-info global dan cenderung bebas.
Keberadaan televisi jelas perlu digarisbawahi pengaruhnya terhadap perkembangan anak. Belum lagi kemudahan penggunaan internet yang sekarang bisa diakses lewat handphone dan sudah hampir masuk di semua pedesaan di Indonesia.
Tipikal anak remaja pendiam pun belum menjadi jaminan bahwa si anak akan menjadi anak yang baik. Ternyata istilah pendiam justru mengundang sejuta tanda tanya sebab ada fakta bahwa anak remaja yang memiliki sifat pendiam memiliki potensi luar biasa untuk menjadi liar atau tidak terkendali atau tidak terkontrol. Mengapa? Mereka umumnya cenderung mengikuti nasehat atau perintah namun memendam rasa dan keinginan. Teori fisika tentang pegas yang menyatakan bahwa semakin benda ditekan, benda akan semakin keras terlontar dapat diadopsi dalam implementasinya.
(bersambung)
Lihat http://bandung.detik.com/read/2009/06/18/104902/1149911/486/remaja-pendiam-bukan-jaminan-aman