Selamat Tahun Baru Islam 1430 Hijriyah
05 Januari 2009Selalu Semangat, Kawan.
21 November 2008Pagi ini adalah pagi yang ceria. Walau cuaca seperti hari-hari sebelumnya mendung namun berbeda dengan suasana hatiku. Saat ini ku sangat bahagia karena kemarin timku menang saat mengikuti turnamen Sepakbola. Walau kelasnya hanya tarkam namun rasanya jauh dari itu. Di kala kesibukanku yang semakin bertambah, baik dari kegiatan rutin sebagai abdi negara juga sebagai seorang 'aktivis' sosial kemasyarakatan orang bilang, aku dapat mencari lahan untuk berolahraga melalui sepakbola. Yach,... sepakbola. Olahraga inilah yang menjadi favoritku semenjak aku kecil. Adrenalinku langsung memuncak tatkala ada tontonan sepakbola atau melihat orang bermain sepakbola. Apalagi kalau pertandingannya berlangsung seru. Waduh..... sulit dech dibayangkan seperti apa bahagianya. Dan tak seorang pun dapat mencegah kebahagiaan ini. Karena lewat inilah seluruh beban tanggung jawab di pundak jadi sirna tergantikan oleh kepuasaan, rasanya plong katanya iklan di televisi. Orang bilang pelampiasan dari segala kepenatan dan kesibukan melalui cara yang positif yaitu olahraga.
Kembali ke turnamen kemarin. Kenapa aku bahagia banget? Sebab sebelum pertandingan, katakanlah selama persiapan sangat banyak sekali rintangan, gangguan dan hambatannya. Mulai dari pemain, waktunya sampai masalah keluarga. Bagaimana ngebayangkan, satu jam sebelum pertandingan dimulai, tak seorang pun pemain yang datang. Padahal jauh-jauh hari sudah diberitahukan ke teman-teman klub. Namun, baru kusadari bahwa ternyata ada 'permainan' tidak sehat yang masuk ke klubku. Dimana sebagian rekan pemain yang terpaksa ikut klub lain, hanya karena ada kepentingan sesaat yang akan dituju. Indikasinya muncul tatkala latihan 2 hari yang lalu, ketika aku mengajak salah satu rekan tentang keikutsertaan di turnamen. Dan ajakanku itu tidak sambut dengan baik, bahkan memberitahuku kalau rekan-rekan yang lain juga ikut di klub lain. Ya, bagiku sih ndak masalah walaupun dianya tidak ikut. Toh, masih sangat-sangat banyak rekan lain yang pingin ikutan walau levelnya masih taraf pendatang baru. Nyatanya, ketika aku hubungi rekan yang lain, ternyata tidak semuanya ikut dan justru menunggu kapan klub kita akan main. Inilah yang membuatku merasa aneh. Ada apa ini? Apa ada kesalahan selama ini? Kata teman-teman sih ga ada. Akhirnya setelah saya telusuri dan saya amati, muncul asumsi bahwa ada kepentingan sekelompok orang yang ingin memanfaatkan klub untuk meraih satu tujuan tertentu. Padahal, jauh-jauh hari ketika klub ini didirikan aku sudah menyampaikan berulang-ulang bahwa olah raga adalah olah raga. Olah raga merupakan ajang mencari hiburan dan menyalurkan hobi. Olah raga adalah momen bersatunya orang dari berbagai kelompok, kepentingan politik, agama, suku, dan sebagainya. Dan aku tekankan bahwa jangan sampai mencari kesempatan dalam kesempitan. Jangan dikaitkan olah raga dengan politik, keyakinan orang dan sebagainya. Justru kalau ingin berkarya bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain melalui sepakbola. Dan berbagai macam pengertian dan pemahaman yang berulang kali dalam berbagai kesempatan aku sampaikan ke teman-teman. Dalam persiapan itu, temanku sampai marah melihat sikap teman-teman tadi. Ketika sore kemarin, kebetulan aku pulangnya juga telat karena secara tidak terencana ada tugas kantor yang harus selesai. So, temanku satu-satunya yang menjadi single man yang menghubungi teman-teman yang belum datang. Untungnya, ada handphone, sehingga walau jarak jauh aku turut memanage persiapan kemarin. Singkat kata, sesaat sebelum jam main dimulai, timku sudah lengkap. Walaupun dengan mendatangkan pemain dari daerah lain 2 orang. Dari total pemain inti yang ada, separuh lebih ada di lapangan dan sebagian kecilnya memang ijin telat karena ada kepentingan. Kembali ke trouble-maker di atas, ternyata dugaanku sedikit benar, karena di antara penonton ada orang yang selama ini saya curigai aktor dibalik semua ini. Heran juga sih hujan-hujan gini di rela nonton, tapi kalau aku tarik ke belakang, memang sudah selayaknya dia melakukan ini kalau tujuannya ingin tercapai. Dia pulang pasti akan berhitung dan menyusun rencana, mencoba strategi lain. Kutunggu aja. Siapa takut???? Justru aku tambah semangat lho. Jiwa muda sih. Asal, berfastabiqul khairat loh. Jelek-jelek begini, gue khan pernah dapat ilmu strategi di kampus dulu. Tapi aku kusnudzon saja, kali aja dia ingin melihat permainan klub kampungnya itu.
Nah, ending-nya kita menang besar kawan! Skor 5-2 tetap bertahan hingga peluit akhir pertandingan. Dan kecemasanku sirna seketika berganti menjadi perasaan bahagia. Tarix Jabrix FC menuju babak kedua menunggu calon lawan berikutnya.
Nah, lagu berikut ini salah satu sumber inspirasi buatku. Gak tau sih, cuman ketika gundah hati begitu mendengarkan lagu ini rasanya kembali semangat lagi. Trims Kangen band. Semoga terus berkarya melalui musik Indonesia. Bagi yang pingin tau liriknya berikut ini:
Kangen Band - Kembali Pulang
bintang terlihat terang
saat dirimu datang
cinta yang dulu hilang
kini kembali pulang
lihatlah dia mulai bernyanyi
coba merangkai mimpi
cinta yang dulu pergi
kini datang kembali
wajahmu mengingatku
dengan kekasihku dulu
wajahmu mengingatkan
dengan masa laluku
reff:
kekasih yang dulu hilang
kini dia tlah kembali pulang
akan ku bawa dia terbang
damai bersama bintang
kekasih yang dulu hilang
kini dia tlah kembali pulang
betapa senang ku dendangkan
dan takkan ku lepaskan
wajahmu mengingatkanku
dengan kekasihku dulu
wajahmu mengingatkanku
dengan masa laluku
repeat reff [2x]
Lirik lagu Kangen Band - Kembali Pulang ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Kangen Band - Kembali Pulang.
Pengalaman Tajemtra 2008
25 Agustus 2008Belajar Nge-Brik
20 Agustus 2008Bermula dari kegiatan TAGANA, ada pikiran tuk coba belajar make HT. Yach...untuk tambahan wawasan saja. Eh...ternyata jadi ketagihan tuk belajar cara komunikasi via HT. Kebetulan ada teman yang menawarkan HT bekas dan sekarang lagi dicek nih, masih fungsi ga tuh HT. Mulai dari bentuk fisiknya, kemudian modulasi gelombangnya. Juga tool2 yg ada di menu ga luput tuk di cek. Jadinya, ya sekarang sambil mencoba menghafal berbagai macam sandi.
SANDI ANGKA
1-1 : Hubungi per telepon
1-4 : Ingin bicara diudara (langsung)
3-3 : Penerimaan sangat jelek/orang gila
3-3L : Kecelakaan korban luka
3-3M : Kecelakaan korban material
3-3K : Kecelakaan korban meninggal
3-3KA : Kecelakaan kereta api
3-4-K : Kecelakaan, korban meninggal, pelaku melarikandiri
4-4 : Penerimaan kurang jelas
5-5 : Penerimaan baik/sehat
8-4 : Tes pesawat/penerimaannya
8-6 : Dimengerti
8-7 : Disampaikan
8-8 : Ingin berjumpa langsung
10-2 : Posisi/keberadaan
10-8 : Menuju
2-8-5 : Pemerkosaan
3-3-8 : Pembunuhan
3-6-3 : Pencurian
3-6-5 : Perampokan
8-1-0 : Pembunuhan
8-1-1 : Hidup
8-1-2 : Berita agar diulangi (kurang jelas)
8-1-3 : Selamat bertugas
8-1-4 : Laporan/pembicaraan terlalu cepat
8-1-5 : Cuaca
8-1-6 : Jam/waktu
8-1-9 : Situasi
A : Ambon
B : Bandung
C : Cepu
D : Demak
E : Ende
F : Flores
G : Garut
H : Halong
I : Irian
J : Jepara
K : Kendal
L : Lombok
M : Medan
N : Namlea
O : Opak
P : Pati
Q : Quibek
R : Rembang
S : Solo
T : Timor
U : Ungaran
V : Viktor
W : Wilis
X : Ekstra
Y : Yongki
Z : Zainal
SANDI HURUF
Taruna : BeritaGelombang : Jam/waktu
Semut : Pelajar
Lalat : Mahasiswa
Pangkalan : Rumah/kediaman
Cangkulan : Kantor/tempat kerja
Gajah : Derek
Komando : Kantor polisi
Tikar : Surat
Buntut tikus : Antena pendek (HT)
Belalai gajah : Antena atas
Laka : Kecelakaan
Jaya 65 : Kebakaran
Timor Kupang Pati : Tempat Kejadian Perkara
Timor Lombok Pati : Telepon
Timor Kupang Ambon : TerKendali
Aman
Halong Timur : Handy Talky (HT)
Halong Pati : Hand Phone (HP)
Kupang Rembang : KendaRaan
Kupang Ambon : Kereta Api
Wilis Kendal : Walikota
Kendal Cepu : KeCamatan
Kendal Lombok : KeLurahan
Rembang Wilis : RW
Rembang Timur : RT
Rembang Rembang : Serse
Rembang Solo : Rumah Sakit
Rembang Pati : Rupiah
Anak Kijang : Pencuri/Tersangka
Ambon Pati : Anggota Polri
Ambon Demak : Angkatan Darat
Ambon Lombok : Angkatan Laut
Ambon Ungaran : Angkatan Udara
Pati Medan : Polisi Militer
Timor Medan : Tamu/Teman
Kresna : Presiden
Bima : Wakil Presiden
Timor Bandung I : Kapolri
Metro I : Kapolda
Timor I : Kapolres
Lombok-Lombok : Lalu Lintas
Timor Lombok : Lampu Lalu Lintas/Traffic Light
Opak Pati Solo : Derek
Lombok Pati : Kantor Polisi
Lombok Irian : Surat
Lombok Demak : Antena Pendek (HT)
Bandung-Bandung : Barang Bukti (BB)
Bandung2 Padat : Makan
Bandung2 Medan : Bahan Bakar Minyak
Lampiran/Ambon : Istri
Monik : Anak
Solo Bandung : Stand By
Solo Garut : SiaGa
Medan Demak : Meninggal Dunia
Pati Ambon Medan : Pengamanan
Aambon Pati-Pati : Apel
Palang Hitam : Mobil Jenazah
Demak Pati Kendal : Dinas Pemadam Kebakaran
The Phonetic Alphabet
A - ALPHA
B - BRAVO
C - CHARLIE
D - DELTA
E - ECHO
F - FOXTROT
G - GOLF
H - HOTEL
I - INDIA
J - JULIETT
K - KILO
L - LIMA
M - MIKE
N - NOVEMBER
O - OSCAR
P - PAPA
Q - QUEBEC
R - ROMEO
S - SIERRA
T - TANGO
U - UNIFORM
V - VICTOR
W - WHISKEY
X - X-RAY
Y - YANKEE
Z - ZULU
0 - Ze-Ro
1 - Wun
2 - Too
3 - Tree
4 - Fow-Er
5 - Fife
6 - Six
7 - Sev-En
8 - Ait
9 - Nin-ErCEASE FIRE: Stop firing all weapons.
Politik Dakwah atau Dakwah Politik
11 Agustus 2008Itulah slogan, semboyan yang penulis sering baca dulu saat kuliah. Kata mutiara ini ternyata sudah ada sejak jaman perjuangan melawan penjajah saat Indonesia belum merdeka dulu. Begitu mendengar atau membaca istilah itu jantung penulis seakan berdetak kencang seperti genderang mau perang... begitu kira-kira katanya Ahmad Dhani. Memang kalau dicerna begitu dalamnya filosofinya. Yang jelas... itu semua untuk membangkitkan semangat kaum muslimin atau bangsa Indonesia ketika itu untuk berani dan pantang menyerah melawan penjajah. Hingga saat ini pun slogan tersebut ternyata menjadikan ilham salah satu organisasi ekstra kampus terkenal sebagai motto gerakannya. Sangatlah wajar bila kita menjadikan sesuatu untuk dapat meningkatkan citra atau pamor suatu organisasi. Demikian pula dengan istilah sebagaimana judul di atas Politik Dakwah. Lebih jelasnya Politik untuk berdakwah. Atau kah strategi dalam berdakwah?
Atau berdakwah dalam berpolitik?
Yang jelas, jangan sampai dakwah dijadikan obyek atau media politik dalam arti dijadikan kamuflase untuk meraih kekuasaan dengan mengagung-agungkan dakwah. Meminjam kata-kata dari Buya Ahmad Syafi'i Maarif bahwa antara politik dan dakwah ada perbedaan yang sangat tajam. Dakwah itu merangkul, sedangkan politik itu memisahkan. Dakwah itu memperbanyak kawan, sedangkan politik itu memperbanyak lawan. Politik is politik. Dakwah is dakwah. Sangat berbeda jalurnya, setidaknya untuk masa-masa sekarang. Dengan catatan besar dalam berpolitik praktis. Jadi, sekali lagi, yang penulis maksud adalah dalam berpolitik praktis. Beda dengan jaman ketika Rosululloh SAW masih hidup. Semua aspek kehidupan dapat dipertemukan. Karena ada kiblat yang benar-benar menjadi panutan. Lalu, apakah tidak dapat dipraktekkan di masa sekarang. Bisa, tapi itu sulit kawan! Sulit! Karena sudah begitu banyak kepentingan. Multi tujuan dan multi dimensi. Dakwah untuk keharmonisan umat sedangkan politik belum tentu. Apalagi saat ini di Indonesia yang namanya partai politik sangat menjamur. Sehingga, menurut hemat penulis, lebih tepat kalau kita berdakwah saja, tanpa harus bersayap politik, atau politik bersayap dakwah.